30 Januari 2019 17:24:57
Ditulis oleh Admin

Pondok Kelinci Bader

Bader-Jatirogo (30/1/19) Adalah Sakir, panggilan seorang pemuda dari Desa Bader yang baru 2 tahun menggeluti  dunia peternakan kelinci. Sebelumnya, dia adalah anak rantau lintas pulau. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, NTT pernah dia singgahi demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Pemuda dari keluarga sederhana ini memang dikenal warga sebagai sosok pecinta binatang. Sejak kecil Sakir sering memelihara bermacam -macam binatang. Dia juga pernah mencoba berternak ayam, mentok dan kambing, tapi sayang usahanya itu gagal dan akhirnya sakir memutuskan untuk beralih berternak kelinci yang hingga sampai saat ini masih digelutinya.

Berawal dari sekedar untuk mengisi waktu luang setelah bekerja sebagai buruh tani hingga akhirnya ternak kelinci miliknya ini mulai dikembangkan. Banyak jenis kelinci yang dia kembangbiakkan, mulai dari kelinci pedaging sampai kelinci hias. Uang yang sudah dia keluarkan untuk membeli indukan sudah lumayan banyak, karena memang harga indukan yang bermacam-macam, mulai harga 150rb sampai 500rb per ekor, tinggal melihat jenis kelincinya. Dipekarangan rumahnya yang tidak begitu luas, Sakir sudah menampung 50 ekor indukan yang ditempatkan dikandang-kandang khusus.

"insaallah dalam jangka waktu 2 bulan kedepan mao nambah 30 ekor lagi pak" ujar pemuda yang tinggal di gang mawar, Desa Bader ini.

Dalam hal pakan, Sakir masih mengandalkan rerumputan, dia berkelana kesana kemari untuk mencari rumput, terkadang juga membeli pelet untuk makanan tambahan. Karena memang keterbatasan biaya, sehingga Sakir harus bersabar untuk bisa sepenuhnya memberikan pakan pelet untuk kelinci-kelincinya.

Berkaitan dengan marketing, sakir tidak merasa kesulitan, karena banyak pembeli dari Rembang, Blora, Bojonegoro, Tuban dan bahkan dari malang yang justru mendatangi pondok kelinci miliknya. Sakir menjual kelinci pedaging dengan harga 30rb/kg, sedangkan untuk jenis kelinci hias anakan yang berumur 1,5 bln dijualnya dengan harga 50rb/ekor. Selain itu, Sakir juga memfermentasi urin kelinci untuk dijadikan pupuk cair dan dijual dengan harga Rp 12.500 /1,5ltr. Dalam 1 bulan sakir mampu meraup untung sekitar 1,7jt sd 2,5jt dari usahanya ini, tinggal melihat sedikit banyaknya anakan yang dilahirkan dari masing-masing indukan.

Dia berharap dirinya dapat menjadi sosok inspirasi dan motifasi bagi para pemuda, khususnya pemuda-pemuda  diDesa Bader agar selalu berusaha dan jangan mudah putus asa.


image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus